Jumat, 11 September 2020

HADIS KETUJUH JANGAN MARAH

 Bismillah

Assalamualaikumwarahamtullahi wabarakatuh

Alhamdulillah wasshalatu wassalamu ala rosulillah

semoga Allah menjadikan kita orang yang bersyukur ketika diberi nikmat

bersabar ketika musibah

dan bertaubat ketika berbuat dosa

karena ini semua adalah inti kebahagiaan


Amma bakdu


kita sampai pada hadis ketujuh

kitab atau buku dapat di download di 

https://drive.google.com/file/d/1Q5mMezj0V-ytNR7hZm-HbhwXG5idgbNR/view?usp=sharing 

link video: https://youtu.be/uhcyaoxw50g  


pada pelajaran kali ini lagi-lagi ustadz ingin menyampaikan tujuan dulu:

1. santri mampu menyebutkan nama laki-laki yang dimaksud dalam kata رجلا

2. santri mampu menyebutkan makna لا تغضب

3. santri mampu menyebutkan makna فردد مرارا



Thoyyib, kita baca hadisnya dahulu dan artinya:


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ 


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu  bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].


Referensi: https://almanhaj.or.id/12160-jangan-marah-kamu-akan-masuk-surga-2.html



Thoyyib itu adalah makna hadis secara global, mari kita fokus kepada apa yang kita cari:


1. Adapun رَجُلًا  dari أَنَّ رَجُلًا adalah isim nakiroh bermakna seorang laki-laki jadi dari hadis ini kita tidak mengetahui siapa namanya, siapa orangnya istilahnya mubham (samar), muallif menyebutkan hasil penelitiha Ibnu Hajar bahwa orang tersebut sahabat yang bernama jariyah bin qudamah radhiyallahu anhu.

2. Adapun makna لَا تَغْضَبْ adalah fi’il nahyi (larangan) kepada mukhotob (orang kedua tunggal) berupa larangan untuk tidak marah. muallif menjelaskan bahwa لَا تَغْضَبْ bukan sekedar jangan marah tetapi maknanya lebih dalam yaitu 

اجتنب أسباب الغضب

jauhilah sebab-sebab kemarahan. hindari hal-hal yang bisa menyebabkan marah.


3. adapun makna فَرَدَّدَ مِرَارًا adalah berbentuk jumlah fi’liyah fi’ilnya رَدَّدَ yang berarti mengulang atau mengulangi atau mengulang-ulang dan مِرَارًا adalah maf’ul muthlaq libayanil ‘adad (keterangan jumlah perbuatan) yang artinya berkali-kali sebagaimana kata muallif: 

ردد السؤال يلتمس أنفع من ذلك أو أبلغ أو أعم

yang artinya mengulang-ulang pertanyaan mengharap jawaban yang lebih bermanfaat lagi atau jawaban yang lebih pas atau jawaban yang lebih menyeluruh.


Namun ternyata Nabi Shallallahu alaihi wasallam tidak menambahi jawaban selain kalimat itu (laa taghdhob). 

artinya memang jawaban inilah sesuatu yang paling pas, paling baik, paling sesuai untuk dirinya.


thoyyib dengan demikian berakhir sudah pelajaran hari ini, semoga menjadi perhatian.


selanjutnya silakan mengerjakan uji kompetensi sekaligus daftar hadir hari ini di bawah ini.

https://forms.gle/r2CCNaEbRypqr1jXA atau langsung di bawah ini: