Sabtu, 05 Mei 2018

KEBAIKAN NON MUSLIM

APAKAH SEDEKAH ORANG KAFIR BERMANFAAT UNTUK MEREKA DI KEHIDUPAN DUNIA?

Jika orang kafir bersedekah dengan ikhlas maka orang kafir tersebut akan mendapatkan balasan kebaikannya di dunia, tetapi dia tidak akan mendapatkan balasannya di akhirat. Di dalam riwayat Anas bin Malik z , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ الله لاَ يَظْلِمُ مُؤْمِناً حَسنَةً يُعْطَى بِهَا في الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا في الآخِرَةِ . وَأَمَّا الكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ للهِ تَعَالَى في الدُّنْيَا ، حَتَّى إِذَا أفْضَى إِلَى الآخرَةِ ، لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا

Sesungguhnya Allâh tidak menzalimi seorang Mukmin dengan kebaikan (yang dilakukan), akan diberikan balasannya di dunia dan akan dibalas juga di akhirat. Sedangkan orang kafir, maka dia akan diberi rezeki di dunia dengan kebaikan-kebaikan yang dia amalkan karena Allâh, sehingga ketika dia di akhirat, dia tidak memiliki kebaikan yang bisa dibalas.[1]

Dan dengan lafaz lain dari Anas bin Malik juga, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنّ الكَافِرَ إِذَا عَمِلَ حَسَنَةً ، أُطعِمَ بِهَا طُعْمَةً مِنَ الدُّنْيَا ، وَأَمَّا المُؤْمِنُ فَإنَّ الله تَعَالَى يَدَّخِرُ لَهُ حَسَنَاتِهِ في الآخِرَةِ ، وَيُعْقِبُهُ رِزْقاً في الدُّنْيَا عَلَى طَاعَتِهِ

Sesungguhnya orang kafir jika mengerjakan suatu kebaikan maka akan diberi rezeki di dunia. Sedangkan orang kafir sesungguhnya Allâh menyimpan kebaikan-kebaikannya di akhirat dan akan memberikan kepadanya rezeki di dunia atas ketaatannya.[2]

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” QS. Ali Imran: 196-197)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, “Janganlah kalian melihat berbagai kenikmatan, kebahagian dan kemudahan orang-orang kafir. Tidak berapa lama lagi, semuanya akan lenyap dari tangan mereka. Nantinya, mereka akan terjerat oleh amalan-amalan buruk mereka. Kami memberikan kemudahan mereka di sana, sebagai istidraj semata. Semua yang mereka miliki hanyalah (kesenangan sementara). Kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya“.5

Dan jika kita seperti orang kafir hanya ingin bahagia di dunia saja, maka terkadang Allah Ta’ala memberikannya sekedar kehendak Allah, Allah Ta’ala berfirman,

مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَّدْحُوراً

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu sesuai dengan apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS. Al-Isra’: 17)

[1] HR. Muslim, no. 2808/7089.

[2] HR. Muslim, no. 2808/7090.


Sumber: https://almanhaj.or.id/6372-sedekah-orang-kafir-yang-berujung-duka.html dan https://muslim.or.id/18973-apakah-kebahagiaan-semu-yang-kita-cari.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.